You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Aan
Aan

Kec. Banjarangkan, Kab. Klungkung, Provinsi Bali

Desa Aan MAKMUR (Maju, Aman, Kuat, Mandiri, Unggul, dan Sejahtera). DESA AAN BEBAS BENTURAN KEPENTINGAN!, DESA AAN DESA ANTIKORUPSI

Badan Permusyawaratan Desa

Intan Murti Dewi 06 Agustus 2018 Dibaca 67.524 Kali

SUSUNAN ORGANISASI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA

DESA AAN KECAMATAN BANJARANGKAN KABUPATEN KLUNGKUNG 

MASA JABATAN 2018 - 2024

NO NAMA JABATAN ALAMAT
 1  I KETUT KURIASA KETUA BPD 

DUSUN SWELAGIRI 

2 I GEDE SUANDANA, S.Sos WAKIL KETUA

DUSUN SENGKIDING

3 I WAYAN SANTI IKA, S.Pd SEKRETARIS

DUSUN PASEK

4 I KETUT PUJANA BENDAHARA

DUSUN SENGKIDING

5 I WAYAN JANTEN ANGGOTA

DUSUN SENGKIDING

6 NI WAYAN RASPINI ANGGOTA

DUSUN SWELAGIRI

7 IDA BAGUS GEDE MAHAWIJAYA ANGGOTA

DUSUN PASEK

8 I DEWA GEDE NGURAH,SH. ANGGOTA

DUSUN PEKEN

9 I KADEK KARIASA ANGGOTA

DUSUN PEKEN


Secara yuridis, tugas Badan Permusyawaratan Desa mengacu kepada regulasi desa yakni Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. 

Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.

Dalam Permendagri No.110/2016 Badan Permusyawaratan Desa mempunyai fungsi, membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa, dan melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.

Selain melaksanakan fungsi diatas, Badan Permusyawaratan Desa juga mempunyai tugas sebagai berikut.

BPD mempunyai fungsi:

  1. membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa;
  2. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa; dan
  3. melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.

BPD mempunyai tugas:

  1. menggali aspirasi masyarakat;
  2. menampung aspirasi masyarakat;
  3. mengelola aspirasi masyarakat;
  4. menyalurkan aspirasi masyarakat;
  5. menyelenggarakan musyawarah BPD;
  6. menyelenggarakan musyawarah Desa;
  7. membentuk panitia pemilihan Kepala Desa;
  8. menyelenggarakan musyawarah Desa khusus untuk pemilihan Kepala Desa antarwaktu;
  9. membahas dan menyepakati rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa;
  10. melaksanakan pengawasan terhadap kinerja Kepala Desa;
  11. melakukan evaluasi laporan keterangan penyelenggaraan Pemerintahan Desa;
  12. menciptakan hubungan kerja yang harmonis dengan Pemerintah Desa dan lembaga Desa lainnya; dan
  13. melaksanakan tugas lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sumber : PERMENDAGRI NOMOR 110 TENTANG BADAN PERMUSYAWARATAN DESA